Guna implementasi pengelolaan, pemanfaatan, dan upaya-upaya perlindungan karbon biru di lapangan yang melibatkan masyarakat pesisir, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK) kembali mengadakan Diskusi Pojok pada Rabu (18/8) dengan tema “Karbon Biru untuk Kita Semua”.
Koordinator Pengembangan Kurikulum, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang dan Perbukuan, Kemdikbud Ristek, Yogi Anggraena mengatakan saat ini sedang dilakukan pengembangan kurikulum yang diimplemantasikan secara terbatas di 2500 sekolah penggerak dan 900 SMK pusat keunggulan.
Untuk mencapai profil pelajar Pancasila, selain melalui mata pelajaran, juga dilakukan pembelajaran berbasis proyek.
“Begitupun terkait dengan perubahan iklim. Selain melalui mata pelajaran, juga dilakukan pembelajaran yang ditunjang melalui proyek yang ada,” ujar Yogi.
Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati, BSI LHK, KLHK, Hendra Gunawan mengatakan pengalamannya dalam membangun ekowisata mangrove di Karangsong, Jawa Barat sebagai model yang dapat ditiru bagi tempat lain.
Rehabilitasi mangrove dapat menjadi model pemulihan kerusakan lingkungan seperti abrasi masif di Indramayu yang menghilangkan ratusan tambak, serta mitigasi bencana, edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Rehabilitasi mangrove, kata Hendra, adalah tentang komitmen bersama, bukan sekedar program. Komitmen jangka panjang perlu ditanamkan dalam pendidikan karakter melalui pendidikan lingkungan hidup tematik mangrove. Melalui ekowisata, pelestarian mangrove terbukti cukup dan mampu membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar melalui terbukanya kesempatan berusaha dan lapangan kerja.





Komentar tentang post