Berenang pada pagi hari dan memancing bersama warga pesisir dari sore hingga malam menjadi kenangan berkesan yang tak terlupakan di tepian dermaga Luluo.
“Jaga Bahala” menjadi simbol kehangatan yang selalu hadir dalam ingatan dan menyatukan mereka dalam ikatan kekeluargaan yang erat.
Keindahan momen saat menikmati matahari terbenam bersama teman-teman pesisir menjadi salah satu kenangan berharga yang melengkapi perjalanan pengabdian mereka.
Dermaga Luluo tidak hanya sebagai sarana transportasi dan aktivitas melaut, tetapi juga sebagai simbol perpaduan antara keindahan alam, kelimpahan sumber daya, dan kehangatan interaksi masyarakatnya.
Dermaga Luluo menjadi rumah bagi siapa saja yang datang mencari ketenangan dan kehangatan di pesisir Gorontalo. (Annisa Dwi Rahmayanti Wibowo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada – UGM 2026 di Gorontalo)
Pemandangan sebagian pesisir dan pegunungan dengan menggunakan drone di Desa Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026Debur ombak dan nelayan saat menangkap ikan di pinggiran pantai Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026Nelayan saat menangkap ikan di pinggiran pantai Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026Nelayan saat menangkap ikan di pinggiran pantai Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026Rumpon nelayan di Teluk Tomini. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026Pemandangan dermaga dan pegunungan dengan menggunakan drone di Desa Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy. I Agree