Prediksi ini meningkat pada April, dengan sebagian wilayah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi diprediksi mengalami curah hujan rendah.
Meskipun Mei dan Juni 2024 diproyeksikan berada pada kategori rendah-menengah secara umum, wilayah tertentu seperti Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua tetap berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.
Melansir Kantor Berita Filipina, PNA, El Nino kemungkinan berlangsung hingga kuartal kedua tahun 2024.
Kepala Stasiun Visayas, Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina – Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA), Alfredo Quiblat Jr., mengatakan, selain periode fenomena oseanografi dan meteorologi yang berkepanjangan, stasiun tersebut juga telah ditingkatkan pada bulan November tahun ini dari sedang hingga kuat.
“Ditingkatkan dari sedang menjadi kuat karena anomali suhu permukaan laut yang terus meningkat di Pasifik tengah-timur lebih dari 1,5 derajat Celcius,” ujarnya. “Kalau kita bilang anomali, yang dimaksud adalah perbedaan suhu laut normal dan saat ini.”
Alfredo mengatakan kategori tersebut ditetapkan sebagai “kuat” jika faktor panas mencapai melebihi 1,5 derajat Celcius.
El Nino yang semakin intensif merupakan fenomena yang berulang, namun tidak memiliki pola kapan terjadinya dalam siklus tahun atau tahun tertentu.




