Prof. Reza menekankan bahwa penanganan mikroplastik perlu dilakukan secara sistematis dan terintegrasi. Pengurangan penggunaan plastik, pengelolaan sampah yang lebih baik, penguatan penelitian, serta kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting yang perlu dilakukan bersama.
Prof. Reza mengatakan laut yang bersih bukan hanya penting bagi kehidupan saat ini, tetapi juga merupakan warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
“Mikroplastik bukan lagi sekadar sampah plastik berukuran kecil, melainkan pencemar yang telah menyebar ke daratan, laut, udara, hingga masuk ke rantai makanan manusia,” kata Prof. Reza, seperti dikutip dari Brin.go.id.
Dalam Webinar ISOI ke-1 pada Sabtu (9/5), Prof. Reza membawakan materi dengan tema “Lautan Plastik: Ancaman Mikroplastik Terhadap Biodiversitas dan Lingkungan Laut serta Keamanan Rantai Makanan”.
Pada 2022, produksi plastik dunia mencapai sekitar 460 juta ton dan terus bertambah pada tahun berikutnya.
Namun, sebagian besar limbah plastik tersebut belum dikelola secara optimal sehingga banyak yang berakhir di lingkungan perairan.




