Dina Bisara, pakar Bidang Kesehatan Masyarakat, menyampaikan hasil orasi berupa foto toraks dan tes cepat molekuler (TCM) yang merupakan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penemuan kasus TBC.
Kombinasi skrining gejala dan foto toraks dapat menambah penemuan kasus TBC dan penggunaan TCM untuk diagnosis TBC akan berdampak pada peningkatan cakupan kasus yang ditemukan dan diobati sehingga mengurangi penularan yang akhirnya kasus TBC dapat ditekan.
Sementara Erni Budiwanti, pakar Bidang Antropologi Agama, menyampaikan orasi bagaimana mengelola keberagaman agama dalam ruang publik. Isu utama dalam negara yang pluralistik, seperti Indonesia, adalah keragaman (diversity) dan kesatuan (unity).
Konflik yang mengatasnamakan agama sebagai bagian dinamika keberagaman. Oleh karena itu ruang publik dalam masyarakat idealnya merepresentasikan koeksistensi damai, disamping itu pemerintah dalam peran kebijakan pada Negara juga diharapkan tidak mengabaikan aspirasi dan kepentingan minoritas agama.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, gelar Profesor Riset adalah gelar tertinggi yang dicapai oleh seseorang dalam karirnya sebagai periset.
“Meskipun gelar Profesor Riset bukan gelar secara kepegawaian kita sebagai ASN, namun yang lebih daripada itu, gelar ini memberikan beban tambahan yang tidak ringan kepada yang telah dikukuhkan,” katanya.





Komentar tentang post