Setelah dilakukan nekropsi, didalam perut paus ini ditemukan 88 pon plastik atau setara dengan 40 kilogram plastik.
Paus ini mulanya ditemukan terdampar sehari sebelumnya. Upaya menyelamatkan cetacea ini dilakukan dengan mengembalikan lagi ke laut lepas.
Namun, sehari kemudian, paus itu terdampar kembali dalam keadaan mati.
Sejumlah aktivis lingkungan kembali mengingatkan plastik yang banyak di lautan, sebagai penyebab utama kematian paus tersebut.
Paus berparuh Cuvier tumbuh hingga sepanjang 7 meter dan beratnya dapat mencapai 3,5 ton.
Paus tersebut biasanya menyelam untuk memangsa ikan dan cumi-cumi laut dalam.
Paus berparuh Cuvier memiliki distribusi kosmopolitan dan dapat ditemukan di sebagian besar lautan di seluruh dunia, termasuk di Australia dan perairan Indonesia.
Di Indonesia paus berparuh cuvier tercatat di perairan Kalimantan Timur, Jawa, Maluku, Papua, Nusa Tenggara dan Timor.
Dalam daftar merah IUCN paus berparuh Cuvier (Ziphius cavirostris) masuk kategori kekurangan data dan spesies ini masuk tergolong apendiks II CITES.

Paus berparuh Cuvier kadang disebut paus berparuh angsa (goose-beaked whales). Hewan ini salah satu spesies paus berparuh yang paling sering terlihat di dunia.
Menurut NOAA Fisheries, tubuh paus berparuh Cuvier memiliki warna yang bervariasi mulai dari abu-abu tua hingga coklat kemerahan. Bagian bawah berwarna lebih pucat. Pewarnaan coklat kemerahan atau oranye-kuning disebabkan oleh infestasi diatom mikroskopis dan alga.





Komentar tentang post