Darilaut – El Niño diperkirakan akan mencapai puncaknya antara bulan September dan Desember 2026, namun dampaknya akan terasa sepanjang tahun 2027 di banyak negara akibat pengaruhnya terhadap panen di masa mendatang.
“Kekeringan, banjir, dan suhu ekstrem sudah menempatkan masyarakat dalam risiko,” demikian peringatan – Program Pangan Dunia (WFP) PBB, seperti dikutip dari UN News.
Dengan bekerja sama erat bersama FAO, OCHA, dan mitra lainnya, WFP memiliki rencana pencegahan aktif di lebih dari 50 negara serta mendukung pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi risiko.
Sejak bulan Mei, WFP telah mengaktifkan rencana tindakan antisipatif di Sudan Selatan, Chad, Mauritania, Uganda, Guatemala, dan El Salvador, dengan menyalurkan bantuan penyelamatan jiwa senilai lebih dari 14 juta dolar AS untuk mendukung setengah juta orang.
Upaya ini mencakup perluasan mekanisme pendanaan yang telah disiapkan sebelumnya—seperti asuransi risiko bencana, kredit, dan pembayaran digital—guna menyediakan dana lebih besar dengan biaya lebih rendah.
Upaya-upaya ini membantu masyarakat dan pemerintah dalam bersiap menghadapi serta bertahan dari guncangan mendadak, sekaligus mengurangi kebutuhan kemanusiaan di masa depan.
Faktanya, pengalaman dari peristiwa El Niño sebelumnya menunjukkan bahwa setiap 1 dolar yang diinvestasikan dalam program antisipatif dapat menghemat antara 3 hingga 7 dolar dalam bentuk kerugian yang dapat dihindari dan biaya respons.
WFP memperkirakan fenomena El Niño yang menguat akan menyebabkan 49 juta orang mengalami kelaparan akut, dan sedikitnya 225 juta orang mengalami kerawanan pangan akut.
Sebagai respon, WFP beserta para mitranya meningkatkan upaya di delapan negara untuk melindungi komunitas-komunitas paling rentan yang sudah bergulat dengan kemiskinan, konflik, pengangguran, dan cuaca ekstrem yang berulang.
Prioritas utamanya mencakup kesiapsiagaan menghadapi banjir, kekeringan, dan badai sebelum bencana tersebut terjadi.
Beberapa poin-poin penting:
• 49 juta orang tambahan dapat menghadapi kelaparan akut akibat El Niño yang dimulai pada bulan September.
• 225-274 juta: jumlah orang yang mengalami kerawanan pangan akut dapat.
• Amerika Tengah dan Afrika bagian selatan diperkirakan akan menjadi wilayah yang paling terdampak parah.
• Manfaat tindakan dini: setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan untuk pencegahan dapat menghemat 3 hingga 7 dolar AS dalam hal kerugian dan biaya penanganan di masa depan.
