Pusat Prakiraan Cuaca Eropa Landasan Sistem Prediksi Global

ECMWF. FOTO: PHILIP HOLIIS/WMO

Darilaut – Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa atau European Centre for Medium Range Weather Forecasts (ECMWF) telah membentuk ilmu prediksi dan arsitektur kerja sama global dalam cuaca dan iklim.

Hal ini dikatakan Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Celeste Saulo, dalam acara peringatan 50 tahun berdirinya ECMWF.

Ketika ECMWF didirikan pada tahun 1975, prediksi numerik global masih dalam tahap pembentukan.

Pengamatan belum merata, daya komputasi terbatas, dan banyak negara tidak memiliki akses ke perangkat yang saat ini melindungi kehidupan dan mendukung perekonomian.

Namun sejak awal, ”organisasi kami memilih untuk menjembatani kesenjangan ini bersama-sama,” ujar Saulo dalam perayaan penutup peringatan 50 tahun di kantor pusat ECMWF di Reading pada 3 Desember.

Lima puluh tahun kemudian, menurut Saulo, ECMWF telah menjadi landasan sistem prediksi global.

Karyanya—yang didasarkan pada standar bersama, data terbuka, dan ketelitian ilmiah—berkontribusi langsung ”pada upaya WMO untuk melindungi masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, dan meningkatkan ketahanan di seluruh dunia,” ujarnya.

Menurut Saulo kolaborasi ini bukanlah suatu kebetulan, kolaborasi ini melalui penerapan kaidah-kaidah ilmu  dan semakin penting terutama sekarang. ”Seiring dengan percepatan iklim ekstrem, geopolitik menjadi semakin rapuh, dan teknologi berkembang lebih cepat daripada tata kelola,” kata Saulo.

Ada tiga cara kerja sama yang direkayasa ini terwujud dalam praktik:

Fondasi terbuka dan bersama: Perluasan bertahap kebijakan data terbuka ECMWF—dengan lebih banyak bidang data waktu nyata yang direncanakan untuk tahun 2026—akan memperkuat Layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional dan memungkinkan inovasi serta penelitian di seluruh dunia.

Dukungan operasional untuk berbagai negara: Melalui Systematic Observations Financing Facility (SOFF), ECMWF menyediakan kumpulan data prakiraan waktu nyata khusus untuk 61 negara. Bagi banyak negara, data ini merepresentasikan perbedaan antara kesiapsiagaan dan kerentanan.

Inovasi dengan dampak praktis: Kepemimpinan ECMWF dalam prakiraan berbasis AI membuka jalur baru untuk kapabilitas generasi mendatang. Inisiatif “Prakiraan dalam Kotak”, yang dikembangkan bersama Badan Meteorologi Norwegia, kini sedang diuji di Malawi — sebuah contoh konkret tentang bagaimana perangkat canggih dapat mendukung kapasitas operasional di tempat yang paling membutuhkannya.

Contoh-contoh ini menggambarkan bagaimana kapabilitas nasional mendapatkan manfaat dari pusat regional yang kuat seperti ECMWF, dan bagaimana kapabilitas regional ini, pada gilirannya, terhubung dengan lapisan global yang dikoordinasikan melalui WMO.

Struktur ini — nasional, regional, global — merupakan aset strategis bagi seluruh usaha prediksi, kata Saulo.

ECMWF adalah lembaga penelitian dan layanan operasional 24/7 yang menghasilkan prediksi cuaca numerik global dan data lainnya untuk Negara Anggota dan Negara Mitra, serta masyarakat luas.

Lembaga ini mengoperasikan fasilitas superkomputer kelas dunia untuk prakiraan cuaca dan menyimpan salah satu arsip data meteorologi terbesar. Kegiatan strategis lainnya meliputi penyediaan pelatihan lanjutan dan bantuan kepada WMO dalam pelaksanaan program-programnya.

ECMWF merupakan pemain kunci dalam Copernicus, komponen Observasi Bumi dari program Luar Angkasa Uni Eropa, dengan mengimplementasikan informasi terjamin kualitasnya tentang perubahan iklim (Layanan Perubahan Iklim Copernicus), komposisi atmosfer (Layanan Pemantauan Atmosfer Copernicus), dan berkontribusi pada informasi tentang bahaya banjir dan kebakaran (Layanan Manajemen Darurat Copernicus).

Bersama dengan ESA dan EUMETSAT, ECMWF menjalankan inisiatif Destination Earth Uni Eropa, yang mengembangkan prototipe kembaran digital Bumi.

Exit mobile version