“Mudah-mudahan ini yang terakhir, tapi dugaan saya kemungkinan akan ada yang tercecer. Jadi mungkin ada lagi sedikit di batch berikutnya, tidak terlalu banyak lagi. Karena kendala belum lengkap administrasinya untuk dipindahkan ke BRIN,” ujarnya.
Salah satu periset yang bergabung di BRIN, Ignatius Tri Hargiyatno, mengatakan sebelumnya bekerja di Perikanan Tangkap Perikanan Laut yang mengerjakan pengkajian stok sumber daya ikan di Pusat Riset Perikanan dan Balai Riset Perikanan Laut KKP.
“Nantinya di BRIN saya juga tetap akan melakukan riset di dunia perikanan. Secara pribadi peneliti, melalui pelantikan ini tidak ada yang mengubah pekerjaan saya seperti pekerjaan di kementerian sebelumnya. Hanya saja untuk sekarang peneliti dituntut untuk dapat berkontribusi lebih pada Scientific publlication,” katanya.
Setelah di BRIN Ignatius bergabung pada Pusat Riset Perikanan, Organisasi Riset Kebumian dan Maritim.
Peneliti Tri Martini Patria, mengatakan hal yang lebih utama para periset dapat segera menemukan kelompok riset yang sesuai dengan keahlian dan kepakarannya. “Sehingga bisa segera melakukan perencanaan dan aktivitas penelitian tanpa harus menunggu lagi program dari atas. Kelompok riset dapat segera mengajukan proposal agar segera bisa menghasilkan karya yang inovatif dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.





Komentar tentang post