Suhu panas, tingkat kelembapan tanah yang sangat rendah, serta kekeringan memberikan dampak yang menghancurkan terhadap ekosistem, pertanian, ketinggian permukaan sungai, transportasi, dan energi, sekaligus meningkatkan risiko kebakaran.
Météo-France melaporkan hampir seluruh wilayah negara tersebut akan mengalami suhu yang sangat tinggi—banyak di antaranya melebihi 35°C—pada tanggal 10 Agustus.
MeteoSwiss juga telah mengeluarkan peringatan tingkat tiga (warna oranye/amber) untuk suhu di atas 35°C menjelang akhir pekan tersebut.
Met Office Inggris menyatakan bahwa suhu dapat mencapai 36°C di sebagian wilayah Inggris bagian selatan pada tanggal 13 Agustus, besok.
Di Eropa Tengah dan Balkan, sejumlah rekor suhu—baik di tingkat stasiun pemantau maupun rekor sepanjang masa—terpecahkan di negara-negara seperti Austria, Hungaria, dan Slovakia pada minggu pertama bulan Agustus.
Jepang dan Republik Korea sama-sama mengalami suhu panas ekstrem yang memecahkan rekor pada minggu pertama bulan Agustus; kondisi serupa juga terjadi di wilayah lain di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Mekanisme Koordinasi WMO—yang menyediakan informasi bagi lembaga-lembaga kemanusiaan—menjelaskan bahwa beberapa wilayah di Afrika Barat sedang mengalami curah hujan monsun yang lebat serta banjir.




