
“Laboratorium ini harus menjadi pusat inovasi yang mampu menghasilkan riset berkualitas dan bermanfaat. Kami mendukung penuh upaya fakultas untuk menjadikan laboratorium alam sebagai ruang belajar dan berkarya bagi mahasiswa dan dosen, ” ujar Prof. Eduart.
Ia menambahkan bahwa riset yang tidak terhubung dengan masyarakat hanya akan berakhir sebagai dokumentasi. Karena itu, konsep laboratorium alam seperti Living Lab menjadi jembatan penting yang menghubungkan peneliti, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Dukungan dari rektorat ini diharapkan menjadi dorongan besar bagi fakultas untuk terus memperkuat perannya dalam inovasi pertanian.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Muhammad Mukhtar, S.Pt., M.Agr.Sc, menegaskan bahwa Living Lab telah memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain sebagai ruang penelitian, laboratorium ini juga menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat melalui diseminasi teknologi dan hilirisasi inovasi.
Menurut Mukhtar, keberadaan fasilitas ini telah mendorong meningkatnya jumlah penelitian dan publikasi ilmiah dari sivitas akademika Faperta.
“Kehadiran Living Lab ini mendorong peningkatan jumlah penelitian dan publikasi ilmiah sebagai kontribusi akademik fakultas, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pengelolaan sumber daya lingkungan tanaman dan pertanian. Ini adalah wadah penting bagi mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan karya-karya ilmiah yang bereputasi.”




