Dua tantangan tersebut memerlukan kesiapan sumberdaya manusia agar berdaya saing dan berkontribusi mewujudkan SDGs.
Menurut Rektor, IPB semakin menegaskan perannya dalam pembangunan nasional melalui peluncuran konsep Agro-Maritim 4.0. Konsep tersebut bertujuan merespon tantangan pencapaian SDGs dan revolusi industri 4.0 di bidang pertanian dalam arti luas.
Konsep Agro-Maritim 4.0 hadir untuk mengatasi masalah-masalah diskonektivitas pembangunan agro-maritim, degradasi lingkungan dan sumber daya alam, rendahnya kesejahteraan masyarakat, kerawanan pangan, rendahnya kontribusi sektor agro-maritim terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pembangunan antarwilayah di Indonesia.
“Agro-Maritim 4.0 mengintegrasikan pengelolaan wilayah darat dan laut secara inklusif yang melibatkan sistem sosial, ekonomi, dan ekologi yang kompleks. Integrasi ini diwujudkan melalui pendekatan utama yaitu transdisiplin, konektivitas wilayah ekologis (ecoregion-connectivity), terintegrasi dan partisipatif (integrated-particitipatory),” kata Rektor seperti dikutip Ipb.ac.id.
Agro-Maritim 4.0 menegaskan bahwa seluruh disiplin ilmu sama berperan penting dalam penyelesaian isu Agro-Maritim yang kompleks. Dengan mengusung Creating Value sebagai ciri utama, maka teknologi Agro-Maritim 4.0 tidak semata melibatkan satu disiplin keilmuan saja tetapi melibatkan berbagai disiplin ilmu.





Komentar tentang post