Penting bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan berbasis bukti yang sesuai dengan kondisi lokal, bukan pendekatan seragam dari pusat, katanya.
Lebih dari sekadar survei, riset ini juga membedah keterkaitan masyarakat dengan laut, mulai dari frekuensi kunjungan, konsumsi ikan laut, hingga persepsi terhadap riset di laut dalam.
Semua ini diolah secara kualitatif dan kuantitatif untuk memberi gambaran utuh tentang kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap laut Indonesia.
Hasil riset nasional ini dilakukan sebagai bagian dari program Dekade Ilmu Kelautan untuk Pembangunan Berkelanjutan PBB (Ocean Decade) 2021-2030.
Riset ini juga menjadi kontribusi Indonesia dalam program global yang diinisiasi UNESCO, yang mengusung visi “the science we need for the ocean we want”. Program ini bertujuan mengumpulkan pengetahuan dan teknologi kelautan demi pembangunan berkelanjutan dan perlindungan ekosistem laut.
Tak hanya untuk kepentingan nasional, BRIN juga menggandeng mitra internasional dari Jepang, Australia, Prancis, hingga Amerika Serikat.
“Laut Indonesia adalah bagian penting dari sistem kelautan global. Karena itu, suara masyarakat kita sangat diperlukan untuk ikut membentuk arah kebijakan global ke depan,” ujar Lestario.




