Darilaut- Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB António Guterres memperingatkan perekonomian dunia risiko serius. ”Situasinya bisa lepas kendali siapa pun,” kata Guterres seperti dikutip dari UN News.
“Sudah saatnya menghentikan pertempuran dan memulai negosiasi diplomatik yang serius,” ujarnya sembari menambahkan bahwa serangan ilegal oleh semua pihak menyebabkan penderitaan luar biasa bagi warga sipil di seluruh wilayah Timur Tengah.
Krisis telah memasuki hari ketujuh, dengan serangan dan balasan yang terus berlanjut di seluruh wilayah.
Badan pengungsi PBB (UNHCR) telah menyatakan krisis yang meningkat ini sebagai keadaan darurat kemanusiaan besar, yang membutuhkan respons regional segera.
Pengungsi massal di Lebanon terus berlanjut di tengah perintah evakuasi besar-besaran dan serangan udara yang sedang berlangsung.
Kepala hak asasi manusia PBB, Volker Türk, memperingatkan bahwa konflik menyebar di luar pihak-pihak awal dan mendesak negara-negara untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk meredakan ketegangan.
Amerika Serikat berkomplot dengan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di seluruh Iran pada hari Sabtu (28/2). Teheran membalas serangan tersebut dan memicu konlik dan ketegangan di Timur Tengah.
Duta Besar Iran di PBB Amir Saeid Iravani, berbicara kepada wartawan di Markas Besar PBB pada Jumat sore dari luar Dewan Keamanan, mengatakan bahwa negaranya tidak menginginkan perang atau eskalasi “tetapi Iran tidak akan pernah menyerahkan kedaulatannya.”




