Kamis, Oktober 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pemerintah Diminta Mengusut Awak Kapal Perikanan Indonesia yang Meninggal di Pakistan

redaksi
23 Mei 2020
Kategori : Berita
0
Ini Penjelasan Kemenhub Terkait Jenazah Awak Kapal Perikanan Dibuang di Tengah Laut

YOUTUBE/MBCNEWS

Darilaut – Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia meminta pemerintah mengusut seorang Awak Kapal Perikanan asal Indonesia bernama Eko Suyanto yang ditelantarkan selama dua bulan di pelabuhan Karachi Pakistan. Eko Suyanto dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (22/5).

Almarhum meninggal diatas kapal Herari yang sedang bersandar di pelabuhan Karachi Pakistan. Eko adalah pemuda asal Magetan, Jawa Timur yang lahir 5 Januari 1994.

Eko adalah salah satu dari 2 orang ABK Indonesia yang sebelumnya bekerja di kapal ikan berbendera China, FV Jin Shung.

Koordinator Nasional DFW-Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengatakan, almarhum telah mengalami sakit sejak 19 Maret 2020, diturunkan secara sepihak oleh kapal nakhoda kapal MV Jin Sheng dan dititipkan di kapal kecil milik nelayan Pakistan.

“Selama dua bulan sejak sakit sampai meninggal, almarhum tidak pernah mendapatkan perawatan medis,” kata Abdi

Laporan pengaduan yang diterima Fisher Centre Bitung tanggal 21 Mei 2020, Eko Suyanto sebelumnya bekerja di kapal FV Jin Shung selama 4 bulan yaitu November 2019-Maret 2020.
“Bekerja 4 bulan, dengan gaji USD 300/bulam seharusnya Eko telah menerima gaji akumulasi sebesar USD 12.000 tapi pada kenyataan belum sepeserpun menerima gaji,” kata Abdi.

Atas meninggalnya Eko Suyanto, PT Mandiri Tunggal Bahari sebagai perusahaan pengirim harus bertanggung jawab penuh atas kejadian ini.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Awak Kapal PerikananDFW-IndonesiaperbudakanPerlindungan awak kapal perikanan
Bagikan7Tweet3KirimKirim
Previous Post

Informasi Hilal Sebagai Penentu Awal Bulan Syawal 1441 H

Next Post

Kemlu, Soal 2 ABK Indonesia di Pakistan

Postingan Terkait

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

22 Oktober 2026
Satelit NASA Mengamati dan Melacak El Niño di Pasifik Khatulistiwa

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

22 Oktober 2026

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

Fenomena El Niño Kali Ini Sangat Masif Layaknya Bola Penghancur

Super Typhoon Champi Approaches Eastern Taiwan

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

Next Post
Menghangatnya Lautan Dapat Memicu Badai

Kemlu, Soal 2 ABK Indonesia di Pakistan

Komentar tentang post

TERBARU

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

Fenomena El Niño Kali Ini Sangat Masif Layaknya Bola Penghancur

Super Typhoon Champi Approaches Eastern Taiwan

AmsiNews

REKOMENDASI

Gunung Ruang Masih Erupsi

UNG Meraih Predikat Memuaskan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Ditjen Diktiristek

Gempa Poso Menyebabkan 29 Orang Terluka, 2 Kondisi Kritis

UNG Buka Program Studi Baru Sarjana Pendidikan Khusus

Fakultas Teknik Terima 842 Mahasiswa Baru, Terbanyak di UNG  

Ini Kode Etik Pelaut Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.