Rabu, Mei 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Salut, Pakai Katinting Nelayan Olele Tangkap Tiga Ekor Tuna dalam Sehari

redaksi
3 Maret 2019
Kategori : Berita
0
Ikan tuna sirip kuning

Ikan tuna hasil tangkapan nelayan Desa Olele. FOTO: DARILAUT.ID

Gorontalo – Hanya dalam sehari seorang nelayan di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menangkap tiga ekor ikan tuna sirip kuning (yellowfin tuna). Nelayan bernama Loyan Arsad (36 tahun) ini menangkap tuna hanya dengan menggunakan perahu katinting.

Katinting adalah perahu kecil bercadik dua atau perahu tradisional. Ikan tuna yang ditangkap Loyan dengan perahu katinting ini memiliki berat 63 kg, 40 kg dan 29 kg tidak jauh dari pesisir Olele.

“Saya menangkap tuna dengan menggunakan umpan suntung (cumi-cumi),” kata Loyan kepada Darilaut.id.

Dengan hasil tangkapan tersebut, hanya dalam sehari Loyan mengantongi hasil penjualan ikan tersebut Rp 5 juta lebih.

Rata-rata dalam sehari, Loyan mendapatkan satu ekor tuna. Harga jual hasil tangkapan ikan ini, bervariasi sesuai berat ikan.

Perahu katinting
Perahu katinting di Olele. FOTO: DARILAUT.ID

Ada pun modal untuk sekali melaut dengan menggunakan perahu katinting Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Biaya ini untuk membeli bahan bakar gas atau bensin premium dan keperluan lainnya saat melaut. Bila tidak tersedia gas, akan menggunakan bensin.

Sejak di sekolah dasar, Loyan sudah mulai belajar menangkap ikan. Profesi ini kemudian mulai digeluti penuh di usia 16 tahun.

Pada tahun 2000-an, Loyan pernah menangkap ikan sampai ke perairan Taliabu, Maluku Utara. Dengan menggunakan perahu dengan mesin tempel 15 PK, perjalanan ke Taliabu ditempuh selama tiga hari, tiga malam.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Bone Bolangogorontalonelayan tradisionalTunatuna sirip kuning
Bagikan55Tweet24KirimKirim
Previous Post

Bakamla Bahas Keamanan Maritim di Gorontalo

Next Post

Trip 4, Kapal Pinisi Pusaka Indonesia Menuju Maluku

Postingan Terkait

Kapal ikan

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

13 Mei 2026
Lebih 5400 Peserta Akan Mengikuti UTBK di UNG, Tak Boleh Membawa Kalkulator dan Ponsel

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

13 Mei 2026

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Krisis Iklim: Titik Kritis yang Berpotensi Menimbulkan Bencana

Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia Pertengahan Mei 2026

Next Post
KLM Pinisi Pusaka Indonesia

Trip 4, Kapal Pinisi Pusaka Indonesia Menuju Maluku

Komentar tentang post

TERBARU

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

AmsiNews

REKOMENDASI

Beliikan.id, Hadirkan Hasil Laut yang Bermutu

BPS Ungkap Dinamika Harga Gorontalo, Perawatan Pribadi dan Pendidikan Jadi Pendorong Inflasi Baru

PWNU Gorontalo Serukan Solidaritas NU di Tengah Konflik Internal PBNU

Mengapa Orca Tidak Memangsa Manusia di Alam Liar?

AMSI-BBC Media Action Kerja Sama Program Green Growth Untuk Penguatan Kapasitas Jurnalis

Apa Saja Fenomena Astronomi Tahun 2024, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.