Darilaut – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo menyatakan keprihatinan mendalam atas mencuatnya dinamika dan ketegangan internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada saat masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tengah menghadapi musibah besar. Situasi ini dinilai kurang tepat mengingat perhatian dan energi seluruh elemen NU seharusnya dipusatkan untuk membantu umat yang menjadi korban bencana alam.
Sikap tersebut disampaikan secara resmi melalui Surat Pernyataan Nomor 373/PW.01/A.II.07.99/27/12/2025, yang dirilis pada 2 Desember 2025. Pernyataan ini ditandatangani oleh seluruh pimpinan PWNU Gorontalo bersama ketua dan sekretaris PCNU se-Provinsi Gorontalo sebagai bentuk kesatuan sikap dalam menjaga marwah organisasi.
Ketua PWNU Gorontalo, Drs. H. Ibrahim T. Sore, menegaskan bahwa NU harus kembali menempatkan kemanusiaan sebagai orientasi utama, terlebih saat masyarakat di beberapa daerah Indonesia membutuhkan pertolongan.
“Kami prihatin karena di saat saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera sedang tertimpa musibah, justru muncul dinamika internal yang menyita perhatian publik. Energi NU sebaiknya diarahkan untuk membantu umat,” ujar Ibrahim.
Ia menambahkan bahwa kerja-kerja sosial dan kemanusiaan NU harus berjalan tanpa terganggu oleh isu-isu internal yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.




