Copernicus menggunakan hasil pengamatan Sentinel-6B di berbagai layanannya, termasuk layanan iklim—yang memantau perubahan jangka panjang di lautan—serta layanan prakiraan kondisi laut.
Prakiraan ini membantu mengidentifikasi arus laut utama, yang menjadi pertimbangan bagi kapal untuk mengubah rute pelayaran berdasarkan posisi arus tersebut serta arah gelombang.
Mode resolusi tinggi pada kedua satelit Sentinel-6 mampu menghasilkan pengukuran terperinci di dekat garis pantai maupun di perairan daratan, sehingga mendukung navigasi maritim yang lebih aman, perlindungan wilayah pesisir, dan pengelolaan sumber daya air.
Rata-rata permukaan laut global telah naik lebih dari 11,5 cm sejak Desember 1992, dan laju kenaikannya terus meningkat—naik sebesar 2,8 cm pada dekade pertama, dan mencapai 4,0 cm dalam satu dekade terakhir.
Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi mencairnya gletser dan lapisan es, serta pemanasan air laut yang menyebabkan air memuai. Untuk memantau kenaikan permukaan laut, Sentinel-6B dan satelit kembarannya, Sentinel-6 Michael Freilich—yang diluncurkan pada November 2020—akan menyediakan data mengenai permukaan laut di hingga 95% wilayah samudra yang bebas es.
Data ini juga mencakup informasi tentang arus laut, tinggi gelombang, kecepatan angin, serta ketinggian air di sungai dan danau.




