Darilaut – Satelit Copernicus Sentinel-2 berhasil menangkap citra letusan Gunung Anak Krakatau, pada Sabtu (5/9).
Rekaman kolom erupsi tersebut membubung hingga ketinggian sekitar 15 km, tulis dari Copernicus Eropa melalui akun X @CopernicusEU.
Satelit Sentinel-2 berhasil merekam letusan tersebut selama dua detik dari atas Gunung Anak Krakatau pada tanggal 5 September.
Animasi dalam gambar dibuar dengan menggunakan 8 pita spektral yang direkam dalam waktu hanya 2 detik.
Pergerakan kolom yang tampak tersebut disebabkan oleh efek paralaks saat satelit bergerak sejauh 15 km di sepanjang orbitnya.
Gunung Anak Krakatau erupsi menerus sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB. Erupsi tersebut disertai terdengarnya dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran.
Terdengarnya dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau menjadi bagian dari aktivitas erupsi yang masih berlangsung.
Pada Sabtu (5/9) pukul 00:01 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi Magma Indonesia, mencatat erupsi Gunung Anak Krakatau. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Gunung Anak Krakatau dengan Level III (Siaga) hingga Rabu (9/9) masih erupsi, pada pukul 00.47 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi 28 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.



