Komang menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu, mulai dari hidrologi, ilmu tanah, klimatologi, hingga kebijakan publik, dalam mendukung pengelolaan air pertanian yang berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.
Menurut Komang, integrasi antara teknologi dan kelembagaan lokal menjadi kunci agar inovasi seperti AWD dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan di lapangan.
“Pengelolaan air yang efisien menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan dan upaya pengurangan emisi,” ujarnya.




