Jumat, Juli 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sawah Tergenang Picu Emisi Metana

redaksi
17 Juli 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Sawah Tergenang Picu Emisi Metana

Sawah yang terus tergenang berkontribusi terhadap pembentukan metana, salah satu gas rumah kaca. FOTO: DARILAUT.ID

“Pengelolaan air dengan sistem berselang memungkinkan penggunaan air menjadi lebih efisien,” kata Prof. Komang, seperti dikutip dari Brin.go.id.

Hasil penelitian menunjukkan penerapan AWD dengan interval sekitar delapan hari meningkatkan efisiensi penggunaan air dibandingkan pengairan terus-menerus. Sistem ini juga mengurangi kondisi anaerob di tanah sehingga dapat menekan emisi metana dari lahan sawah. 

Komang menekankan bahwa inovasi teknologi tersebut tidak dapat berdiri sendiri, melainkan perlu didukung oleh kelembagaan dan perubahan pola pikir petani dalam mengelola lahan sawah.

Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah anggapan bahwa sawah harus selalu digenangi air untuk menghasilkan produksi padi yang optimal.

Penguatan kelembagaan pengelolaan air irigasi seperti Subak menjadi salah satu faktor penting dalam penerapan teknologi tersebut di lapangan.  Subak dinilai telah lama membuktikan kemampuan dalam mengatur distribusi air secara adil melalui kesepakatan bersama masyarakat.

“Subak dinilai mampu mengatur distribusi air secara adil dan berbasis kesepakatan bersama masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Komang menilai pengelolaan air pertanian ke depan perlu didukung dengan pendekatan teknologi modern, termasuk pemanfaatan sensor kelembapan tanah dan sistem digital untuk meningkatkan presisi pengairan di tingkat lahan.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BRINMetanaPengelolaan AirProf. I Gusti Komang Dana Arsana KomangSawah TergenangSubak
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas Dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Myanmar

Next Post

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

Postingan Terkait

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

17 Juli 2026
Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas Dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Myanmar

Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas Dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Myanmar

17 Juli 2026

Guru besar Wako University: Dunia Banyak Dibangun Melalui Cara Berpikir Kontinental

Guru Besar UI: Istilah Maritim Cenderung Bersifat Militeristik

Pemerintah Provinsi Gorontalo Perkuat Aspek Konservasi di Kawasan Wisata Hiu Paus Botubarani

Tradisi Penangkapan Paus di Lamalera Sering Dipahami Secara Sempit

Krisis Teluk, Sekjen PBB Memperingatkan Agar Tidak Kembali ke Perang Skala Penuh

AMSI, BPI dan AVISI Sepakat Melawan Konten Ilegal untuk Selamatkan Industri Kreatif

Next Post
UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

TERBARU

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

Sawah Tergenang Picu Emisi Metana

Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas Dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Myanmar

Guru besar Wako University: Dunia Banyak Dibangun Melalui Cara Berpikir Kontinental

Guru Besar UI: Istilah Maritim Cenderung Bersifat Militeristik

Pemerintah Provinsi Gorontalo Perkuat Aspek Konservasi di Kawasan Wisata Hiu Paus Botubarani

AmsiNews

REKOMENDASI

Korban Meninggal Banjir Lahar Dingin di Sumatra Barat 37 Orang

Penyingkiran Kerangka Kapal

Hari Ini, Bersih-Bersih Sampah Plastik Seluruh Indonesia

Ekspedisi Pinisi Distribusi 70 Ton Bahan Makanan di Palu-Donggala-Sigi

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Apa Saja Dampak Siklon Tropis?

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.