Rabu, September 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sejak tahun 1950 Tercatat 37 Gempa Bumi Kuat di Dekat NTT

redaksi
15 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Gempa Dahsyat NTT Akibat Sesar Naik, USGS: 1,5 Juta Orang Diperkirakan Merasakan Guncangan Kuat

GAMBAR: BMKG

Fitur-fitur yang tidak lazim ini, beserta interpretasi data GPS, menunjukkan bahwa Zona Flores menandai transisi antara penunjaman kerak samudra di barat dan tumbukan kerak benua di timur.

Bagian Jawa dari busur Sunda secara historis dianggap relatif aseismik jika dibandingkan dengan bagian Sumatra yang memiliki aktivitas seismik tinggi, meskipun kedua wilayah tersebut terletak di sepanjang batas penunjaman aktif yang sama.

Peristiwa gempa dangkal (0–20 km) secara historis pernah terjadi pada lempeng Sunda yang berada di bagian atas, sehingga menimbulkan kerusakan bagi masyarakat lokal maupun regional.

Contoh terkini adalah peristiwa gempa geser mendatar (strike-slip) sinistral (mengiri) berkekuatan M6,3 pada tanggal 26 Mei 2006, yang terjadi pada kedalaman 10 km di Jawa Tengah dan mengakibatkan lebih dari 5.700 korban jiwa.

Gempa bumi kedalaman menengah (70–300 km) sering terjadi di bawah Pulau Jawa akibat sesar intra-lempeng di dalam lempeng Australia. Gempa bumi kedalaman besar (300–650 km) terjadi di bawah Laut Jawa dan wilayah back-arc di sebelah utara Jawa.

Sama halnya dengan peristiwa kedalaman menengah lainnya, gempa-gempa ini juga dikaitkan dengan sesar di dalam lempeng (intraslab).

Namun, zona penunjaman ini menunjukkan adanya celah seismisitas pada kedalaman 250–400 km, yang ditafsirkan sebagai transisi antara tegangan ekstensional dan kompresional pada lempeng.

Halaman 3 dari 5
Sebelumnya12345Selanjutnya
Tags: Gempa NTTNusa Tenggara TimurtsunamiUSGS
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa Dahsyat M 7,7 di NTT Berakhir

Next Post

Gempa Dahsyat NTT Dirasakan Hingga Sulawesi Selatan

Postingan Terkait

Pertama Kali Penyu Lekang Bertelur di Pantai California

Pertama Kali Penyu Lekang Bertelur di Pantai California

30 September 2026
Topan Surigae Menguat dengan Cepat di Timur Okinawa

Topan Surigae Melemah Menjadi Badai Tropis di Dekat Jepang

30 September 2026

Malam ini Mahkamah Konstitusi Sidang Pembuktian Keabsahan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran

Mengapa Pembelajar Bahasa Inggris Sulit Berkembang?

Data Pengamatan Laut Penting untuk Perlindungan Masyarakat Pesisir dan Keanekaragaman Hayati Laut

Peneliti UNG Kembangkan Sistem Deteksi dan Dataset Kondisi Perairan Berkelanjutan

Evaluasi Pola Hanyutan Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang Saat Meliput Letusan Gunung Anak Krakatau

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

Next Post
Gempa Bumi Dahsyat M 7,7 Guncang NTT, Potensi Tsunami Hingga Sulawesi Selatan dan Tenggara

Gempa Dahsyat NTT Dirasakan Hingga Sulawesi Selatan

TERBARU

Pertama Kali Penyu Lekang Bertelur di Pantai California

Topan Surigae Melemah Menjadi Badai Tropis di Dekat Jepang

Malam ini Mahkamah Konstitusi Sidang Pembuktian Keabsahan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran

Mengapa Pembelajar Bahasa Inggris Sulit Berkembang?

Data Pengamatan Laut Penting untuk Perlindungan Masyarakat Pesisir dan Keanekaragaman Hayati Laut

Peneliti UNG Kembangkan Sistem Deteksi dan Dataset Kondisi Perairan Berkelanjutan

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis 98W Mengarah ke Mindanao

Cegah Covid-19, KPLP Gelar Swab Test

Jumlah Kasus Virus Corona Capai 4 Juta Orang

Cina Luncurkan Sistem Peramalan Aerosol-Meteorologi Berbasis AI Pertama di Dunia

AMSI Kepri Gelar Pelatihan Literasi Berita

KM Lambelu Sudah Bebas Covid-19

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.