Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sejarah Perkembangan Eksplorasi Uranium di Indonesia dan Unsur Tanah Jarang

redaksi
25 April 2025
Kategori : Berita
0
Mineral Kritis Dibutuhkan untuk Energi Bersih dan Kendaraan Bermotor Listrik

Ilustrasi batuan yang mengandung mineral logam. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kegiatan eksplorasi mineral radioaktif seperti uranium telah berkembang di Indonesia sejak 55 tahun lalu, pada 1970.

Salah satu tantangan dalam menjelajahi unsur tanah jarang atau Rare Earth Elements (REE) menuntut adanya inovasi dan teknologi serta penguasaan pengetahuan yang mendalam.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan energi terbarukan dan teknologi canggih, eksplorasi mineral radioaktif yang berkaitan dengan unsur tanah jarang semakin menjadi fokus utama.

Sebagai upaya untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang eksplorasi mineral radioaktif, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTBNLR) menyelenggarakan webinar dengan tema Advancing Technology in REE-Associated Radioactive Mineral Exploration: Lessons Learned and Geophysical Perspectives, pada Kamis (17/4).

Peneliti Ahli Madya BRIN Ngadenin, menjelaskan tahapan penambangan uranium, terdiri dari eksplorasi, feasibility, penambangan dan pengolahan.

Berbagai tahapan tersebut akan menghasilkan yellow cake, dan pada tahap akhir akan dilakukan rehabilitasi atau remediasi.

Sejarah perkembangan eksplorasi uranium di Indonesia, kata Ngadenin, pertama kali dilakukan di Kalimantan oleh BATAN (sebelum terintegrasi ke BRIN) bekerja sama dengan Commissariat à l’Énergie Atomique et aux Énergies Alternatives (CEA) Perancis.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINUnsur Logam Tanah JarangUnsur Tanah JarangUranium
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

860.976 Calon Mahasiswa Berkompetisi Jalur SNBT, Termasuk Berlokasi di Pulau Terluar

Next Post

Potensi Unsur Tanah Jarang dan Mineral Radioaktif di Korea Selatan dan Turki

Postingan Terkait

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

2 November 2026
Pelabuhan yang Rusak karena Gempa dan Tsunami Palu Segera Dibangun

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

2 November 2026

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Next Post
Potensi Unsur Tanah Jarang dan Mineral Radioaktif di Korea Selatan dan Turki

Potensi Unsur Tanah Jarang dan Mineral Radioaktif di Korea Selatan dan Turki

TERBARU

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

AmsiNews

REKOMENDASI

Intensifikasi Topan Freddy Lebih Cepat di Alur Mozambik

Memahami Konsep Nilai Tukar Perikanan

Perempuan Tangguh Pelaku UMKM di Indramayu

Olele yang Menyimpan Karakteristik Sejarah Geologi dan Keistimewaan Bawah Laut

Izin 2.183 Kapal Perikanan Sudah Kadaluwarsa

Topan Makin Intensif, Ancam Jutaan Orang Tiap Tahun

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.