Kemudian, fosil pinggir pantai juga ditemukan bongkahan batuan dasar laut yang terangkat.
Kajian lapangan yang menghasilkan data serta catatan sejarah tsunami sejak tahun 1500 sampai dengan 1900 yang disusun pada Katalog Wichmann kemudian memunculkan jargon 20-10-20.
Hal serupa juga pernah dikemukakan Tim Wave yang dipimpin Profesor Ron Harris. Saat itu, Ron menyampaikan jargon 20-20-20 untuk mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah Pacitan, Jawa Timur.
Pada wilayah pulau-pulau di Maluku Barat Daya, tim mensosialisasikan 20-10-20. Angka 20 pertama merujuk pada durasi kejadian gempa selama 20 detik.
Dengan gempa berdurasi waktu tersebut, masyarakat setempat memiliki waktu atau golden time hanya 10 menit untuk melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.
Angka 20 terakhir bermakna titik evakuasi yang harus ditempuh pada ketinggian 20 meter dari permukaan laut.
Pada Minggu (1/11) gempa berkekuatan Magnitudo 6,3 mengguncang Saumlaki, Maluku Barat daya, Provinsi Maluku.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa yang terjadi pada pukul 10:43:20 WIB, pada titik koordinat 7.27 LS – 129.35 BT.
Pusat gempa berada di Laut 54 kilometer BaratLaut Tepa-Maluku Barat daya, pada kedalaman 196 Kilometer.
Gempa ini dirasakan II-III MMI di Saumlaki dan II MMI di Dobo. Berdasarkan pemodelan, gempa tidak memicu terjadinya tsunami.





Komentar tentang post