“Pengalaman yang terakumulasi ini telah berkontribusi dalam menghasilkan pengetahuan serta keahlian di bidang pengurangan risiko bencana, yang kemudian dapat dibagikan kepada komunitas internasional,” ujarnya.
Sebagai pengingat dan wadah penyimpanan keahlian tersebut, didirikanlah Inamura-no-Hi no Yakata—atau “Gedung Api Tumpukan Jerami Padi”—pada tahun 2007 di kota kecil Hirogawa, Prefektur Wakayama, tempat kelahiran Goryo Hamaguchi.
Jepang membangun ketangguhan masyarakatnya tidak hanya melalui langkah-langkah fisik, tetapi juga melalui langkah-langkah non-fisik.
“Tujuan utama penggunaan kisah ‘Api Inamura’ sebagai materi edukasi adalah agar setiap orang memahami pentingnya melakukan evakuasi dengan segera,” kata Kouichi Sakiyama, Direktur gedung tersebut, kepada UN News.
Sakiyama menjelaskan bahwa di wilayah yang rawan tsunami, berbagai langkah telah diambil untuk mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerusakan, seperti pembangunan tembok laut, tanggul, dan struktur pelindung lainnya.
“Wajar jika masyarakat merasa aman saat melihat struktur-struktur besar dan kokoh tersebut, namun kenyataannya, mereka mungkin justru menjadi terlalu bergantung pada fasilitas-fasilitas itu,” ujarnya.
Ia memperingatkan bahwa kurangnya pemahaman mengenai mekanisme terjadinya tsunami dapat berujung pada tindakan yang keliru.




