Ini bertujuan untuk memastikan populasi berisiko menerima peringatan tepat waktu yang mencakup informasi tentang tindakan perlindungan yang harus dilakukan dan sumber bantuan.
Menurut perkiraan WHO dan WMO, peningkatan skala global sistem peringatan kesehatan akibat panas untuk 57 negara saja berpotensi menyelamatkan sekitar 98.314 jiwa per tahun.
“Panas ekstrem bukan lagi masalah yang jauh atau musiman—melainkan kenyataan sehari-hari bagi jutaan orang,” ujar Joy Shumake-Guillemot, pimpinan Program Gabungan Iklim dan Kesehatan WHO-WMO dan salah satu pimpinan Jaringan Informasi Panas-Kesehatan Global (GHINN).
“Jaringan kami menghubungkan sains, kebijakan, dan aksi agar tidak ada komunitas yang tertinggal dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim yang akan terus memperburuk panas ekstrem di tahun-tahun mendatang. Ini bukan sekadar masalah iklim, melainkan darurat kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Kerja Kantor Gabungan Iklim dan Kesehatan telah diperkuat oleh kemitraan dengan Rockefeller Foundation dan Wellcome, yang telah bersama-sama memobilisasi dana sebesar US$11,5 juta.
Pada 25 Juli, peringatan satu tahun Seruan Aksi Sekretaris Jenderal PBB untuk Panas Ekstrem bertepatan dengan gelombang panas intens yang berdampak pada banyak negara di seluruh dunia. Hal ini menggarisbawahi pentingnya peringatan dini dan rencana aksi kesehatan akibat panas.




