Kamis, Mei 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cara Memantau Mikroplastik di Laut, Disusun Ahli Berbagai Negara

redaksi
8 Mei 2019
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Mikroplastik

FOTO: Guidelines for Harmonizing Ocean Surface Microplastic Monitoring Methods

SAMPAH plastik sangat mempengaruhi ekosistem pesisir dan laut. Secara khusus, polusi lingkungan akibat mikroplastik sebagai masalah internasional yang harus mendapatkan penanganan serius.

Dampak mikroplastik ini tidak hanya pada ekosistem, melainkan juga berpotensi pada kesehatan manusia.

Untuk menjembatani berbagai permasalahan mikroplastik di laut, sebanyak 22 ahli mikroplastik dunia telah menyusun panduan pemantauan. Dari 22 ahli tersebut, terdapat satu ahli dari Indonesia, yakni Dr Agung Dhamar Syakti.

Pedoman ini dengan judul “Guidelines for Harmonizing Ocean Surface Microplastic Monitoring Methods, Version 1.0, May 2019, yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang.

Mikroplastik cenderung mempengaruhi ekosistem laut dan sangat sulit untuk memulihkan kembali.

Karena itu, untuk menentukan status distribusi dan jumlah mikroplastik saat ini di lautan merupakan kegiatan yang mendesak.

Pemantauan mikroplastik telah dilakukan banyak lembaga di seluruh dunia. Namun, metode analisis yang digunakan berbeda, tergantung pada tujuan survei masing-masing negara atau lembaga penelitian.

Karena itu, untuk mengurangi hambatan dalam penelitian mikroplastik, dibuat standardisasi dan harmonisasi metode pemantauan untuk sampah laut, termasuk mikroplastik.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: MikroplastikSampah Laut
Bagikan11Tweet6KirimKirim
Previous Post

Update Jadwal Mudik Gratis Kapal Laut dengan Sepeda Motor

Next Post

1000 Bibit Mangrove Ditanam Mahasiswa FPIK IPB di Pulau Pramuka

Postingan Terkait

Transplantasi karang

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

14 Mei 2026
Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

14 Mei 2026

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Next Post
Mangrove

1000 Bibit Mangrove Ditanam Mahasiswa FPIK IPB di Pulau Pramuka

Komentar tentang post

TERBARU

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Kurangi Sampah Plastik, Rehabilitasi Hutan dengan Ecopolybag

Operasional Pelabuhan di Papua dan Papua Barat Normal

Observatorium Hong Kong Keluarkan Sinyal Angin Kencang, Jangan Keluar Rumah

Kasus Montara Banyak Melahirkan Sarjana dan Pascasarjana

Perahu Transparan, Prilly Latuconsina dan Hiu Paus Gorontalo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.