Darilaut – Sejumlah rumah dan fasilitas kesehatan mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 7,1 di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (7/1) malam.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (11/1) pukul 13.00 WIB, kondisi pascagempa bumi telah terkendali dan kondusif.
Aktivitas masyarakat mulai berjalan kembali, dan meskipun sebagian warga masih mengalami trauma, tidak terdapat korban jiwa maupun luka serius.
Sebanyak 12 kepala keluarga terdampak, dengan kerusakan materiil sementara pada 12 unit rumah dan 2 fasilitas kesehatan, yang masih dalam proses verifikasi, kata BNPB.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Guncangan dirasakan kuat selama 20–30 detik di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu, sehingga sempat menimbulkan kepanikan masyarakat yang berhamburan keluar rumah. Listrik yang sempat padam kini telah kembali normal.
BMKG juga melaporkan adanya satu kali gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,6 setelah gempa utama.
BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau kondisi masyarakat, mengevaluasi dampak lanjutan, dan memastikan area terdampak tetap aman.
Pulau Kabaruan
Gempa yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sabtu malam berada di dekat Pulau Kabaruan. Gempa laut ini terjadi pukul 21.58.25 WIB atau 22.58.25 Wita.




