Menurut Prof. Taalas, perjanjian pada COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan sebuah hal yang bersejarah karena – untuk pertama kalinya – perjanjian ini mengakui perlunya transisi dari bahan bakar fosil.
“Ini adalah langkah penting ke arah yang benar tetapi bukan tujuan akhir. Kita perlu segera mengurangi produksi dan konsumsi bahan bakar fosil serta mempercepat peralihan ke energi terbarukan. Waktu hampir habis,” kata Prof Taalas.
Prof Celeste Saulo dari Argentina menggantikan Prof. Taalas, yang akan melanjutkan posisinya sebagai Direktur Jenderal Institut Meteorologi Finlandia.




