Pada April 2018, turut terlibat dalam penyajian data lintasan Kapal MT Alex yang kandas di perairan Manggar, Belitung Timur. Saat November, turut melacak Kapal MS-Yuanwang-3 yang dipakai untuk monitoring orbit satelit pada November 2018.
Pada Januari 2019 turut terlibat dalam melacak Kapal MT Namse Bangzod yang dibajak oleh Perompak. Saat Agustus, turut memberikan dukungan untuk pencarian Kapal Nur Allya di sekitar Halmahera.
Pada Oktober, terlibat dalam deteksi Oil Spill di Batam dan Muara Gembong. Sedangkan pada April 2020, turut terlibat dalam penyajian data lintasan kapal yang diduga misterius saat melitas di Raja Ampat.
Sebagai negara dengan wilayah laut yang sangat luas, Indonesia dihadapkan dengan berbagai permasalahan kejahatan transnasional.
Mulai dari illegal fishing, penyelundupan barang, penyelundupan narkoba, penyelundupan manusia dan boat people (manusia perahu), terorisme hingga bajak laut. Untuk menjaga laut dari kejahatan tersebut negara hadir untuk melaksanakan penjagaan, pengawasan, pencegahan dan penindakan pelanggaran hukum di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia.




