Jumat, September 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

redaksi
4 September 2026
Kategori : Berita
0
Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Citra NASA Earth Observatory karya Lauren Dauphin, menggunakan data MODIS dari NASA EOSDIS LANCE dan GIBS/Worldview. GAMBAR: NASA

Sebagai contoh, SiPongi—platform pemantauan kebakaran milik Kementerian Kehutanan Indonesia yang berbasis data MODIS dan VIIRS—mencatat adanya 946 titik api pada tanggal 31 Agustus 2026.

Namun, sulit bagi MODIS dan VIIRS untuk mendeteksi kebakaran yang tertutup asap tebal atau awan, kebakaran di lapisan bawah hutan (understory), atau kebakaran di bawah tanah pada lapisan gambut.

Saat kebakaran di Indonesia mencapai intensitas tertinggi, jumlah titik api yang tercatat oleh VIIRS atau MODIS justru bisa menurun.

“Secara paradoks, peristiwa asap terparah justru bisa menjadi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS,” ujar Mark Cochrane, seorang ahli ekologi di University of Maryland Center for Environmental Science yang telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran lahan gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.

Pembangunan saluran irigasi berskala besar dan pengeringan rawa gambut pada tahun 1990-an—yang merupakan bagian dari upaya menciptakan lahan pertanian padi berskala masif—turut berkontribusi pada kerentanan wilayah tersebut terhadap kebakaran saat ini dengan menurunkan muka air tanah secara signifikan di kawasan lahan basah, kata Cochrane.

Ia juga mencatat bahwa perkebunan kelapa sawit dan perkebunan hutan lainnya umum ditemukan di wilayah ini. Namun, setelah musim kebakaran yang sangat parah pada tahun 2015, pemerintah dan berbagai organisasi telah berupaya membendung sebagian saluran irigasi dan memulihkan lahan basah.

Halaman 4 dari 6
Sebelumnya1...3456Selanjutnya
Tags: KalimantanKebakaran Hutan dan LahanNASASebaran Asap
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Postingan Terkait

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

4 September 2026
Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

4 September 2026

Apa Itu Termoklin?

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

Peristiwa El Niño Masih Akan Menguat, Berpotensi Memberi Dampak Berat Bagi Masyarakat dan Perekonomian

UNAIR dan UNG Perkuat Kerja Sama Akademik

El Niño Belum Mencapai Puncak, Cuaca Panas Ekstrem Berbulan-bulan

Badai Tropis Krovanh Berada Sangat Dekat dengan Pulau Amami Jepang

TERBARU

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

Peristiwa El Niño Masih Akan Menguat, Berpotensi Memberi Dampak Berat Bagi Masyarakat dan Perekonomian

AmsiNews

REKOMENDASI

Sekolah Diliburkan, Ahli Biologi Kelautan Buka Pembelajaran Secara Online

Hari Anti Perdagangan Manusia Sedunia, PBB: Operasi Penipuan Online Rugikan Jutaan Orang

KKP Siapkan Juknis Monitoring Hiu Paus

Mineral Kritis: Dari Litium di Argentina, Kobal di Kongo Hingga Nikel di Indonesia

Rahasia Penyu, Dapat Berbicara Sebelum Menetas

Indonesia Urutan ke 5 Penyumbang Emisi di Sektor Pertanian

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.