Menurut Kepala Divisi Hidrologi dan Sumber Daya Air WMO, Hwirin Kim, sejak diluncurkan pada tahun 2007, Sistem Panduan Banjir Bandang telah diterapkan di 73 negara, termasuk 15 negara SIDS, yang mencakup populasi 3 miliar orang.
Dengan memanfaatkan beragam sumber data seperti satelit, data radar, stasiun cuaca otomatis, model prediksi cuaca numerik, dan Sistem Informasi Geografis (GIS), Sistem Panduan Banjir Bandang melengkapi negara-negara SIDS “untuk memberikan peringatan banjir bandang yang tepat waktu dan tepat kepada populasi yang rentan,” kata Kim.




