Berdasarkan informasi lapangan yang diperoleh tim survei dan pemetaan BNPB, masyarakat menerima informasi tersebut. Namun tidak mengira akan sebesar itu.
Badan Informasi Geospasial (BIG) kemudian menjelaskan hasil survei di dua wilayah terdampak yaitu Kabupaten Malaka dan Desa Oesena Kabupaten Kupang.
Ditemukan fakta bahwa dampak yang ditimbulkan angin siklon tropis seroja di Kabupaten Malaka menyebabkan luapan sungai ke desa-desa yang berada di hilir sungai dengan kondisi terparah berada di Kecamatan Malaka Tengah, Malaka Barat, dan Weliman.
Di Desa Oesena, tim BIG menemukan adanya retakan di badan jalan yang menyebabkan munculnya mata air hingga membuat aliran sungai baru.
Miming Saepudin dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan siklon tropis sudah beberapa kali melintasi Indonesia dengan potensi terbesarnya di Bulan April-Mei.
“Dampak terbesar dirasakan pada 2008 lalu, baru yang kedua adalah di NTT pada awal April kemarin,” katanya.
Miming mengingatkan adanya bahaya kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Juli-Agustus.
Miming menjelaskan dampak dari bencana turunan dari siklon tropis sangat perlu diwaspadai, di antaranya adalah gelombang tinggi, angin kencang, hujan lebat, banjir, longsor, dan banjir bandang.





Komentar tentang post