Darilaut – Keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya terlihat dari tumbuhnya kembali vegetasi mangrove, tetapi juga dari pulihnya rantai makanan alami yang menjadi fondasi bagi pengembangan perikanan berkelanjutan.
Kawasan mangrove hasil rehabilitasi di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menunjukkan potensi besar sebagai model silvofishery atau sistem budidaya berkelanjutan yang mampu menggabungkan konservasi lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengkaji kondisi hutan mangrove yang telah direhabilitasi selama sekitar satu dekade di kawasan Pandansari, Kaliwlingi. Kawasan tersebut sebelumnya merupakan tambak udang yang rusak akibat abrasi pantai pada awal tahun 2000.
Setelah dilakukan rehabilitasi, ekosistem mangrove berhasil pulih dan kembali menjadi habitat penting bagi berbagai biota pesisir.
Temuan tersebut telah dipublikasikan pada jurnal Heliyon tahun 2025 berjudul Innovative Silvofishery Model in Restored Mangrove Forests: A 10-Year Assessment.
Peneliti Kelompok Riset Teknologi Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan Pelabuhan/Pantai, Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, Alin Fithor menjelaskan bahwa penelitian tersebut menunjukkan bahwa hutan mangrove yang telah direstorasi mampu mendukung kehidupan berbagai organisme penting, seperti gastropoda dan kepiting bakau.




