Jumat, April 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Jejak Beracun di Tambang Emas Skala Kecil

redaksi
16 Februari 2023
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Jejak Beracun di Tambang Emas Skala Kecil

Puluhan juta orang bekerja dalam operasi penambangan emas artisanal dan skala kecil, yang menurut para ahli seringkali tidak diatur dan tidak aman. FOTO: UNEP/Veejay Villafranca

Darilaut – Puluhan juta orang bekerja di pertambangan emas artisanal dan skala kecil. Para pekerja ini tersebar di lebih dari 80 negara.

Selama ini, untuk mengekstraksi emas, penambang menggunakan bahan merkuri, yang termasuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Bahan ini memiliki karakteristik beracun, karsinogenik dan berbahaya bagi lingkungan.

Diikat dengan selotip dan tali berjumbai, batang kayu membatasi pintu masuk mineshaft, sebuah lubang di tanah tidak lebih dari satu meter persegi.

Mengutip Unep.org, seorang pria muda di dekatnya memutar tuas, menyalakan beberapa generator. Dengung mesin yang mantap berpadu dengan derit sistem katrol, menenggelamkan suara angin sepoi-sepoi yang bertiup melalui lokasi penambangan, yang terletak di Paracale, Filipina utara.

Seorang pria muda yang diikat ke tali kekang mulai turun ke lubang dan jauh di bawah permukaan planet, lampu depannya adalah satu-satunya sumber cahaya yang terlihat.

Setelah mencapai bagian bawah mineshaft yang sempit, pria tersebut mengeluarkan pahat dan palu kecil dan mulai memotong batu.

Saat kembali ke permukaan, lelaki ini memasukkan sekarung bijih ke dalam tong. Penambang lain mencampur bijih dengan air sebelum menambahkan tetes merkuri, yang mengikat partikel emas untuk membuat amalgam.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Konvensi Minamata mengenai MerkuriLimbah MerkuriPertambangan Emas Skala KecilPlanetGOLDUNEP
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Gempa Turki-Suriah, Korban Tewas 41 Ribu

Next Post

Katib Aam PBNU Akan Menghadiri UNG Bersholawat dan Haflah

Postingan Terkait

1.984 Calon Mahasiswa Lolos SNBP 2026 di UNG

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

17 April 2026
Konsentrasi Parasetamol di Teluk Jakarta Tinggi

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

17 April 2026

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Dosen UNG Kembangkan Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang

Bibit Siklon Tropis 92S di Barat Laut Kepulauan Cocos (Keeling)

Guru Besar Universitas Atmajaya Yogyakarta: Isu Biodiversitas Belum Banyak Diangkat Media

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

Next Post
Katib Aam PBNU Akan Menghadiri UNG Bersholawat dan Haflah

Katib Aam PBNU Akan Menghadiri UNG Bersholawat dan Haflah

Komentar tentang post

TERBARU

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Dosen UNG Kembangkan Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang

Bibit Siklon Tropis 92S di Barat Laut Kepulauan Cocos (Keeling)

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Molave Bergerak Menjauhi Indonesia

Topan Zelia di Australia Barat Bawa Angin Kencang dan Hujan Lebat

ITB Kembangkan Teknologi Pemanfaatan Batubara Ramah Lingkungan

Celengan Sampah di Pulau Papan, Togean

Hari Pelaut Sedunia, Pentingnya Perempuan Dalam Jajaran Profesi Pelaut

Siklon Tropis Hayley Terbentuk di Selatan NTT

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.