Rabu, Agustus 26, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sistem Bagi Hasil di Kapal Perikanan Rugikan Nelayan

redaksi
26 Mei 2019
Kategori : Berita, Laporan Khusus
0
Sistem Bagi Hasil di Kapal Perikanan Rugikan Nelayan

FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Sistem bagi hasil (profit share) yang diterapkan pemilik kapal atau perusahaan perikanan merugikan nelayan.

Sistem ini sudah berlangsung lama dan awak kapal perikanan seringkali tidak mendapatkan penghasilan selama berbulan-bulan melaut.

Ini karena penghasilan yang diperoleh melalui sistem bagi hasil, telah dipotong utang sebelum melaut.

“Lebih baik sistem gaji daripada sistem bagi hasil,” kata nelayan di Muara Baru Feri Irawan (42 tahun), Minggu (26/5).

Feri bersama nelayan lainnya baru tiba di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman. Kapal ikan tempat bekerja melaut selama tiga bulan. Lokasi penangkapan berada di Samudera Hindia.

Kapal ikan 118 Gros Ton tersebut membawa hasil tangkapan sebanyak 70 ton. Dengan hasil tangkapan berupa cakalang, layang dan baby tuna.

Feri sudah 20 sebagai nelayan dengan pendapatan melalui sistem bagi hasil. Dirinya bertahan dengan sistem tersebut karena tidak ada pilihan pekerjaan lain.

“Saya sudah biasa di kapal ikan, tidak ada pilihan,” ujarnya.

Sebelum melaut, awak kapal memperoleh pinjaman Rp 2 juta. Setelah melaut, seringkali hasil yang diperoleh hanya cukup untuk melunasi utang. Padahal, mereka melaut selama tiga bulan.

Nelayan masih memperoleh tambahan penghasilan dari hasil tangkapan ikan dengan memancing, seperti cakalang. Namun ini tidak seberapa. Itu sebabnya, nelayan ini sering berpindah-pindah kapal ikan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Awak Kapal PerikananIOM IndonesiaNelayan Buruh
Bagikan44Tweet17KirimKirim
Previous Post

Kekerasan Fisik, Asuransi dan Kesehatan Kerja di Kapal Perikanan Indonesia

Next Post

Aplikasi Internet Hasilkan Nilai Tambah bagi Nelayan

Postingan Terkait

UNG Mencatat 82 Mahasiswa Berprestasi Internasional, 521 Nasional

UNG Mencatat 82 Mahasiswa Berprestasi Internasional, 521 Nasional

26 Agustus 2026
Banjir Melanda Parigi Moutong

Banjir Melanda Parigi Moutong

26 Agustus 2026

Kondisi Masih Cenderung Kering, Kemarau Berlanjut, Peluang Awan Hujan Tetap Ada

BMKG Pantau Titik Panas dan Sebaran Asap di Berbagai Wilayah

Ratusan Penerbangan Terganggu Karena Topan Saudel

Typhoon Saudel Makes Landfall on Japan’s Okinoerabu Island, Heading Toward East China Sea

Topan Saudel Mendarat di Pulau Okinoerabu Jepang Menuju Laut Cina Timur

El Niño Menguat, Suhu Laut Global Capai Rekor Tertinggi

Next Post
Aplikasi Internet Hasilkan Nilai Tambah bagi Nelayan

Aplikasi Internet Hasilkan Nilai Tambah bagi Nelayan

Komentar tentang post

TERBARU

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

UNG Mencatat 82 Mahasiswa Berprestasi Internasional, 521 Nasional

Banjir Melanda Parigi Moutong

Kondisi Masih Cenderung Kering, Kemarau Berlanjut, Peluang Awan Hujan Tetap Ada

BMKG Pantau Titik Panas dan Sebaran Asap di Berbagai Wilayah

Ratusan Penerbangan Terganggu Karena Topan Saudel

AmsiNews

REKOMENDASI

Pengunduran Diri Zulficar Mochtar Jadi Teladan

Banjir Melanda Luwu Utara, Longsor di Kabupaten Bogor

Penipuan Berkedok Modus Bimtek Perikanan Budidaya

Workshop Konselor Sebaya, Strategi UNG Bangun Lingkungan Kampus yang Peduli dan Inklusif

Sensor Ketinggian Air untuk Memantau Anak Krakatau

Alan Frendy Koropitan Pimpin Akademi Ilmuwan Muda Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.