Warga Ballia bernama RS Pathak, kehilangan ayahnya pada hari Sabtu, mengatakan, menyaksikan peningkatan arus pasien di bangsal darurat rumah sakit saat merawat ayahnya.
“Ini tidak pernah terjadi di Ballia. Saya belum pernah melihat orang meninggal karena panas dalam jumlah yang begitu besar,” katanya.
“Orang-orang takut keluar. Jalan dan pasar sebagian besar sepi.”
Ballia, bersama dengan Uttar Pradesh tengah dan timur, saat ini bergulat dengan panas.
Pada hari Minggu, distrik tersebut mengalami suhu maksimum 43 derajat Celcius (109 derajat Fahrenheit), melebihi kisaran normal sebesar lima derajat. Kelembaban relatif tercatat sebesar 25%, mengintensifkan efek panas.
Ilmuwan dari Departemen Meteorologi India (IMD), Atul Kumar Singh, mengatakan, suhu di seluruh negara bagian saat ini di atas normal.
“Tidak ada bantuan yang diharapkan dalam 24 jam ke depan,” ujarnya.
IMD mengeluarkan peringatan yang mengatakan kondisi gelombang panas akan berlangsung hingga 19 Juni di beberapa bagian Uttar Pradesh.
Menteri kesehatan negara bagian, Brijesh Pathak, mengatakan bahwa mereka telah membuka penyelidikan atas penyebab kematian “begitu banyak orang” di Ballia.
Di Bihar timur, panas terik melanda sebagian besar negara bagian itu, menyebabkan 42 kematian dalam dua hari terakhir.





Komentar tentang post