Terkait pengujian patogen dari spesimen alam temuan timnya secara langsung.
“Kami mencoba ambil sampel dari alam, ternyata untuk udang windu itu terinfeksi white spot, dan untuk udang pisang tidak ditemukan,” kata Sugama.
Sugama mengatakan pengujian budidaya awal di tambak HDPE selama 90 hari juga menunjukkan laju pertumbuhan yang sebanding dengan udang windu, menjadikannya sangat potensial untuk akuakultur. Ke depannya, riset genetik udang pisang akan difokuskan pada metode seleksi individu di dalam famili.




