Setidaknya 2.528 KK atau 6.908 jiwa terdampak. 505 warga di antaranya sempat mengungsi ke rumah kerabat.
Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerugian materil berupa ± 2.470 unit rumah terdampak, 44 unit fasdik terdampak, ±223.8 Ha lahan terendam, 4 jembatan rusak berat, 2 titik jalan tertutup longsor, dan 1 titik jalan rusak.
Banjir melanda lima desa di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumaetra Utara, Rabu (17/11). Desa yang terdampak banjir yaitu Desa Pekan Kemis, Aras Panjang, Bantan, Tegal Sari dan Kelurahan Pekan Dolok Masihul.
Di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur banjir menyebabkan satu jalan penghubung desa terputus. Jalan ini menghubungkan antar desa yakni Desa Lamawolo dan Desa Jontrona. Kedua desa tersebut yang terletak di Kecamatan Ile Ape Timur juga dilaporkan terdampak kejadian ini.
Sungai Batang Hari Leko yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, meluap hingga menyebabkan banjir di permukiman warga pada Selasa (16/11). Adapun permukiman warga yang terdampak adalah Desa Petaling, Kecamatan Lais.
Angin kencang kembali menerjang pemukiman warga di Sinjai, Sulawesi Selatan. Dilaporkan sebanyak 15 rumah mengalami rusak dengan rincian 8 rumah mengalami rusak berat, 3 rumah rusak sedang dan 4 rumah rusak ringan.





Komentar tentang post