Sebuah laporan terbaru dari Program Lingkungan PBB (UNEP) menemukan bahwa batas tersebut akan terlampaui—meskipun hanya untuk sementara—jika dunia mengambil tindakan terpadu untuk menurunkan kembali suhu bumi.
Stiell mendesak Uni Eropa untuk turut mendorong kemajuan dalam konferensi COP31 yang akan diselenggarakan oleh Turki akhir tahun ini, seraya menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah pelaksanaan kesepakatan, bukan membuka kembali pembahasan mengenai kesepakatan masa lalu.
Ia menyoroti pengurangan emisi metana, ketahanan pangan, dan ketangguhan perkotaan sebagai bidang-bidang yang menuntut perhatian mendesak bersama.
“Kita hidup di era yang penuh polarisasi,” ujarnya. “Namun, inflasi adalah musuh bersama, dan keamanan adalah tujuan bersama. Kesehatan, lapangan kerja, komunitas, dan kesejahteraan adalah hal-hal yang penting bagi kita semua. Dan setiap aspek tersebut menuntut adanya tindakan terkait iklim.”
UNEP telah menerbitkan laporan terbaru yang memperkitakan kenaikan suhu global akan melampaui ambang batas 1,5°C—kemungkinan besar dalam beberapa tahun mendatang.
Hal ini akan mendorong risiko dan dampak iklim ke tingkat yang semakin berbahaya. Namun, menurut laporan baru UNEP, suhu masih dapat diturunkan kembali dan tujuan global dalam Perjanjian Paris masih dapat dicapai.




