Sebagai langkah konkret, pada 17 Desember 2025 Dewan Pers menandatangani Nota Kesepahaman dengan KPPU.
Menutup tahun 2025, Dewan Pers membunyikan tiga alarm keras bagi masa depan pers Indonesia: ancaman terhadap kemerdekaan pers yang belum surut, profesionalisme jurnalistik yang masih rapuh, serta keberlanjutan ekonomi media yang semakin terancam.
Sebagai refleksi akhir tahun, Dewan Pers menganugerahkan Anugerah Dewan Pers 2025 kepada H. M. Jusuf Kalla sebagai Tokoh Perdamaian dan Kemanusiaan, almarhum Jakob Oetama sebagai Tokoh Pers, serta Muhammad Rifky Juliana sebagai Sosok Wartawan Tangguh.




