Kinerja tersebut turut diperkuat oleh tiga lapangan usaha lain yang erat kaitannya dengan pariwisata dan menempati tiga besar lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni jasa lainnya yang tumbuh 9,93 persen, jasa perusahaan yang tumbuh 9,10 persen serta transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,78 persen.
“Dengan fondasi ini, kami optimistis peran pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional akan terus meningkat,” kata Menpar Widiyanti.
Selain sebagai penggerak ekonomi, sektor pariwisata juga menegaskan posisinya sebagai salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Pariwisata turut menggerakkan lapangan kerja di sektor pendukung seperti UMKM, penyelenggara event, kebersihan, keamanan, pemasaran, hingga layanan digital.
Berdasarkan data Sakernas BPS dan Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang 2025 sektor pariwisata menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja, meningkat 3,64 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 25,01 juta tenaga kerja.
“Angka ini mencerminkan bahwa pertumbuhan pariwisata secara langsung berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang luas dan inklusif bagi masyarakat,” kata Menpar.
Dari sisi penguatan destinasi dan ekonomi daerah, Kementerian Pariwisata terus mengoptimalkan program Karisma Event Nusantara (KEN). Pada 2025 terdapat 99 event yang terselenggara, dan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 125 event yang telah dikurasi di 38 provinsi.




