Menurut Wamenpar Ni Luh Puspa, event tidak hanya menjadi sarana promosi destinasi, tetapi juga pengungkit ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja baik sementara maupun berkelanjutan, serta memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap pengembangan pariwisata di daerahnya.
“Program ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata mampu memberikan manfaat ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Wamenpar.
Adapun perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri tercatat sebanyak 9,17 juta perjalanan sepanjang periode yang sama.
Pertumbuhan kunjungan wisman yang lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisnas menghasilkan surplus kunjungan sebesar 6,22 juta sepanjang 2025, tumbuh 25,93% dibandingkan surplus pada tahun 2024.
“Pertumbuhan surplus ini mengindikasikan penguatan net devisa pariwisata dan kontribusi positif sektor pariwisata terhadap neraca ekonomi nasional,” kata Wamenpar.




