Menurut Danlantamal IV, secara biologi, hutan mangrove berfungsi dan bermanfaat sebagai tempat hidup, berlindung, mencari makan, pemijahan dan asuhan biota laut seperti ikan dan udang serta satwa liar lainnya seperti monyet, buaya muara, biawak dan burung.
Sebanyak 1000 personil ikut menyemarakan pemecahan rekor Muri di Tering Bay Nongsa Batam. Antara lain, Polda Kepri, Bakamla Zona Maritim Barat, Lanal Batam, Yonif 10 Mar/SBY, Yonif Rider 136/TS, Kodim 0316/Batam, Lanud Hang Nadim, BP Kawasan Batam, Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Cabang 5 Korcab IV DJA I, Kantor Pelabuhan Kelas I Batam dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri.
Di Cirebon, Senin (7/1) Pangkalan TNI AL (Lanal) turut ambil bagian dalam pemecahan rekor MURI penanaman mangrove tersebut. Lanal Cirebon menanam sebanyak 4500 bibit mangrove dipimpin oleh Komandan Lanal Cirebon Letkol Laut (P) Agung Nugroho.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kotabaru-Batulicin mendukung dan ikut serta dalam Gerakan Bersih Pantai dan Menyemai Bibit Bakau yang digagas Lanal Kotabaru bersama masyarakat maritim, Senin (7/10). Kegiatan Bakti sosial bersih pantai dan penanaman 4.500 bibit mangrove (Rhizophora Mangle) dilakukan di pesisir pantai desa Setarap Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.





Komentar tentang post