Mikroplastik
Belum lagi gunungan sampah plastik di darat dan di badan air diselesaikan, sudah muncul tantangan baru dalam pengelolaan lingkungan, yaitu keberadaan mikroplastik. Mikroplastik sudah terdistribusi global dan telah terdeteksi di semua tingkatan di lingkungan perairan. Mikroplastik adalah plastik yang berukuran lebih kecil dari 5 milimeter.
“Mikroplastik merupakan ancaman besar bagi seluruh ekosistem dengan memasuki rantai makanan melalui organisme akuatik. Penelitian Rochman dkk tahun 2015, menemukan mikroplastik berada dalam seafood di daerah Makassar,” kata Emenda, dalam pidato ilmiah “Plastik dan Mikroplastik: Tantangan Pengelolaan Lingkungan Kini dan Nanti” di acara Sidang Terbuka Peresmian Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Program Doktor, Magister, dan Program Profesi ITB Semester I Tahun Akademik 2019/2020 di Gedung Sasana Budaya Ganesha ITB, Kamis (15/8).
Bagaimana menghadapi tantangan tersebut? Kekuatan luar biasa dari teknologi bisa menjadi solusi. Bisa dalam bentuk penemuan material baru, industri yang mendukung ekonomi sirkular, dan cara mengelola lingkungan.
Kita tidak mungkin lagi berada pada posisi menggantikan kemasan plastik dengan daun atau bahan alami lainnya tanpa ada sentuhan teknologi.
“Inovasi dalam menyikapi tantangan plastik di masa depan dalam bentuk substisusi material atau penciptaan properti plastik yang lebih ramah lingkungan menjadi hal yang utama,” kata Emenda.*





Komentar tentang post