Nurcahyo mengatakan bahwa perubahan industri pertambangan global saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti transisi energi, kendaraan listrik, energi terbarukan, digitalisasi, ketahanan rantai pasok, serta meningkatnya kebutuhan terhadap mineral kritis.
Indonesia memiliki berbagai potensi sumber daya Logam Tanah Jarang, baik dari endapan primer, laterit, sekunder, maupun residu industri yang dapat mendukung perkembangan industri di masa depan, kata Nurcahyo yang memiliki bidang keahlian petrologi, mineralogi optik, petrografi, dan endapan mineral.
Selain aktif dalam bidang akademik, Nurcahyo berpengalaman dalam berbagai kajian eksplorasi dan karakterisasi mineral bersama beberapa institusi dan industri pertambangan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Geologi FMIPA UNG berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan dunia pertambangan serta mampu melihat peran ilmu geologi dalam mendukung pengelolaan sumber daya mineral yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.




