Minggu, Juni 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Fenomena ”Bulan Mini” Asteroid yang Terjebak Sementara di Orbit Bumi

redaksi
26 September 2024
Kategori : Berita
0
Fenomena ”Bulan Mini” Asteroid yang Terjebak Sementara di Orbit Bumi

Tata surya. GAMBAR: BRIN

Darilaut – Sebuah asteroid yang disebut ”bulan mini” atau ”bulan kembar” akan tertangkap oleh gravitasi Bumi. Fenomena ini akan terjadi pada  29 September hingga 25 November 2024.

“Asteroid ini bukan bulan kedua, tetapi karena terjebak sementara dalam orbit Bumi, beberapa media menyebutnya sebagai ‘bulan mini’,” kata Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, Senin (23/9).

Banyak yang mengira bahwa fenomena tersebut adalah kejadian astronomis langka yang memperlihatkan dua bulan di langit secara bersamaan.

Namun, kata Thomas, istilah “bulan kembar” tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya tepat.

Thomas menjelaskan bahwa satelit alami Bumi, yang kita kenal sebagai Bulan, satu-satunya benda langit yang selalu terlihat mengelilingi planet kita.

“Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi yang ukurannya besar dan terlihat dengan mata telanjang,” ujarnya.

Pada periode tertentu, objek lain seperti asteroid dapat terperangkap dalam gravitasi Bumi dan sementara waktu mengelilingi Bumi. Objek ini sering disebut sebagai ‘bulan mini’ atau ‘mini moon’.

Salah satu fenomena yang menarik perhatian para astronom adalah asteroid dengan kode “2024 PT5”.

Asteroid 2024 PT5 berukuran sangat kecil, hanya sekitar 10 meter. Ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan bulan, jadi tidak mungkin terlihat seperti bulan purnama yang kita lihat di langit.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AsteroidBRINBulan MiniGravitasiOrbit BumiProf Thomas Djamaluddin
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

UNG Kembangkan Sentra Tanaman Sacha Inchi di Kabupaten Gorontalo

Next Post

KPU Kabupaten Gorontalo Bahas Pelaksanaan Kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati

Postingan Terkait

Kementerian Kesehatan Tingkatkan Pengawasan Kasus Ebola di Indonesia

Infeksi Virus Ebola di Kongo Terus Menyebar, Dapat Menyasar Anak-anak

14 Juni 2026
Tambak

Silvofishery, Model Budidaya Ikan Berkelanjutan yang Menggabungkan Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

14 Juni 2026

TEMPO Kembali Mengalami Serangan Digital

Mahasiswa Teknik Geologi UNG dan BPBD Provinsi Gorontalo Salurkan Bantuan ke Lokasi Banjir di Gorontalo Utara

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Next Post
KPU Kabupaten Gorontalo Bahas Pelaksanaan Kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati

KPU Kabupaten Gorontalo Bahas Pelaksanaan Kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati

TERBARU

Infeksi Virus Ebola di Kongo Terus Menyebar, Dapat Menyasar Anak-anak

Silvofishery, Model Budidaya Ikan Berkelanjutan yang Menggabungkan Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

TEMPO Kembali Mengalami Serangan Digital

Mahasiswa Teknik Geologi UNG dan BPBD Provinsi Gorontalo Salurkan Bantuan ke Lokasi Banjir di Gorontalo Utara

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

AmsiNews

REKOMENDASI

Izin 2.397 Kapal Ikan GT >30 Kadaluwarsa

2010, Ikan Raja Laut Coelacanth Ditemukan di Biak-Papua

Korban Tewas Banjir di Pulau Siau Sulawesi Utara Bertambah Menjadi 11 Orang

Intensitas Topan Anggrek Meningkat di Samudra Hindia

Pemerintah Jangan Abaikan HAM Perikanan

Pemungutan Suara Ulang di TPS Banuroja Pohuwato Berjalan Lancar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.