Workshop ini merupakan bagian dari kerja sama penelitian yang didukung Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR), dengan melibatkan BRIN, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), serta Universitas Gadjah Mada (UGM).
Manajer ACIAR Indonesia, Teddy Kristedi, mengatakan bahwa kerja sama penelitian pertanian antara Indonesia dan Australia telah berlangsung sejak 1982.
Indonesia merupakan mitra strategis dalam pengembangan inovasi pertanian di kawasan Indo-Pasifik. Melalui penelitian, pengembangan kapasitas, dan pertukaran pengetahuan, kami ingin memperkuat kemampuan institusi sekaligus menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara luas, kata Teddy.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi menggarisbawahi cabai dan bawang merah memiliki posisi strategis dalam sistem pangan nasional karena berpengaruh langsung terhadap ketersediaan pangan masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Menurut Agung, berbagai tantangan masih membayangi pengembangan komoditas tersebut, mulai dari perubahan iklim, meningkatnya serangan OPT, tingginya biaya produksi, kehilangan hasil pascapanen, hingga belum optimalnya efisiensi rantai distribusi.



