Namun, sebagai catatan, ini masih kondisi awal atau belum lengkap. Tim ilmuwan masih terus mempelajari morfologi nagari bawah laut GBR yang kompleks.
Apalagi, pemetaan baru saja dilakukan dengan menggunakan kapal Falkor.
Falkor telah memetakan GBR utara di lepas pantai Cape York. Pemetaan ini dari perairan dangkal dekat dengan terumbu penghalang yang melapisi tepi rak hingga kedalaman lebih dari 2000 meter di lembah yang berdekatan.
Falkor menggunakan penggema multibeam Kongsberg EM302 untuk mengumpulkan data batimetri resolusi tinggi (kedalaman) dan tekstur dasar laut.
Kumpulan data hasil pemetaan baru ini, dikombinasikan dengan data multibeam yang dikumpulkan sebelumnya.
Jaringan spektakuler ngarai bawah laut besar yang terukir di bagian margin GBR paling utara. Hal ini menciptakan lanskap bawah air yang kompleks secara morfologis dan menakjubkan yang belum pernah terlihat sebelumnya di dalam GBR.
Ngarai yang baru dipetakan di lepas pantai Teluk Princess Charlotte di Cape York memiliki area ‘tangkapan’ sekitar 50 kilometer di sepanjang tepian.
Terdapat sekitar 14 ngarai yang terpisah menjadi ngarai utama yang membentang 30 kilometer hingga kedalaman yang lebih dari 2500 meter.
Ángel Puga Bernabéu dalam analisis ini menuliskan penemuan lainnya di sekitar Detached Reefs. Lokasi ini adalah serangkaian terumbu karang yang tinggi (beberapa ratus meter).





Komentar tentang post