Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Memulihkan Ekosistem Mangrove yang Hilang

redaksi
27 Juli 2021
Kategori : Berita
0
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Ilustrasi tumbuhan mangrove. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Sejak tahun 2000, lebih dari 60% mangrove yang hilang terutama disebabkan dampak manusia secara langsung maupun tidak langsung. Sebagian besar mangrove yang hilang ini terjadi di Indonesia, Myanmar, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Sementara secara alami kerugian juga terjadi karena adanya erosi, kenaikan permukaan laut, angin topan dan kekeringan— yang diperburuk oleh perubahan iklim.

Ada 136.000 km2 hutan bakau di seluruh dunia pada tahun 2016, dengan perkiraan global baru akan segera dirilis. Menurunnya tingkat kehilangan seharusnya memberikan harapan—mangrove seringkali bersifat oportunistik, dan ekspansi dapat terjadi relatif cepat.

Keuntungan baru-baru ini kemungkinan besar disebabkan oleh banyaknya proyek restorasi dengan memberikan bantuan tambahan.

Selama 20 tahun terakhir, hutan mangrove telah berubah dari salah satu habitat yang paling cepat berkurang di Bumi menjadi salah satu yang paling dilindungi.

Lebih dari 6.600 km2 masih dapat direstorasi, tetapi akan membutuhkan pendanaan jangka panjang bagi masyarakat.

Manusia dan mangrove memiliki sejarah panjang untuk berkembang bersama. Ketika masyarakat pesisir diberdayakan, akan dapat memastikan pemanfaatan berkelanjutan hutan mangrove dalam jangka panjang.

Untuk memulihkan kembali hutan mengrove yang hilang, pada tahun 2018, Conservation International (CI), International Union for Conservation of Nature (IUCN), The Nature Conservancy (TNC), Wetlands International, dan World Wildlife Fund (WWF) mendirikan Global Mangrove Alliance.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Global Fishing WatchGlobal Mangrove AllianceMangroveRestorasi EkosistemWorld Mangrove Day
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Asia Tenggara Rumah Bagi Sepertiga Hutan Mangrove

Next Post

100 Penulis Berbagi Kisah Menarik tentang Mangrove

Postingan Terkait

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

5 September 2026
Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

5 September 2026

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Next Post
100 Penulis Berbagi Kisah Menarik tentang Mangrove

100 Penulis Berbagi Kisah Menarik tentang Mangrove

Komentar tentang post

TERBARU

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

193 Negara Hadiri Majelis Lingkungan PBB

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Juru Mudi KM Bone I Hilang Antara Pulau Bidadari dan Pulau Ayer

Korban Tewas Gempa Darat di Turki dan Suriah 7226 Orang

Seleksi Mandiri CBT 2026, Rektor UNG Ingatkan Calon Mahasiswa Percaya Diri

Pemda Wajib Pantau Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.